23 April 2010

KEDUDUKAN HADITH SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI IBU

Hadits Surga di bawah telapak kaki ibu


Kita sering mendengar hadits “Surga berada di bawah telapak kaki ibu”,demikian juga hadith ini selalu digembor gemborkan oleh para da'i dan semarak di masjid masijd ..Maka ini kewajiban saya untuk menyampaikan bagaimana sebenarnya kedudukan hadits ini?
ini bukan berarti kita meninggalkan berbakti kita kepada ibu kita lho

Syaikh Al-Bany dalam Silisilatu Ahaadits Ad-Dhaifah menjelaskan tentang 2 riwayat, sebuah riwayat merupakan hadits maudhu, sedangkan riwayat yang lain merupakan hadits hasan, oleh karena itu hendaknya kita berpegang pada matan hadits yang hasan tersebut.

Surga berada di bawah telapak kaum ibu. Barangsiapa dikehendakinya maka dimasukannya, dan barangsiapa dikehendaki maka dikeluarkan darinya

Hadits ini hadits maudhu' (palsu). Telah diriwayarkan oleh Ibnu Adi (I/325) dan juga oleh al-Uqaili dalam adh-Dhu'afa dengan sanad dari Musa bin Muhammad bin Atha', dari Abul Malih, dari Maimun, dari Abdullah Ibnu Abbas radhiallahu’anhu.. Kemudian al-Uqaili mengatakan bahwa hadits ini munkar. Bagian pertama dari riwayat tersebut mempunyai sanad lain, namun mayoritas rijal sanadnya majhul.

Dalam masalah ini, saya kira cukupi dengan riwayat yang di keluarkan oleh Imam Nasa'i dan Thabrani dengan sanad hasan, yaitu kisah seseorang yang datang menghadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam seraya meminta izin untuk ikut andil berjihad bersama beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bertanya, Adakah engkau masih mempunyai ibu? Orang itu menjawab, Ya, masih. Beliaupun kemudian bersabda,


Bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada ibumu, karena sesungguhnya surga itu berada di bawah kedua kakinya (*)


Referensi
Hadits ke 593 dari kitab Silsilatu Ahaaditsu Ad-Dhaifah wal Maudhuah wa Atsarus Sayyi fil Ummah karya Syaikh Al-Bany, edisi terjemahan, Silsilah Hadits Dhaif dan Maudhu jilid-2, cetakan Gema Insani Press


Sumber : cahyaislam.wordpress.com

2 komentar:

Pak Onny mengatakan...

Hadist Hasan dan hadist maudhu itu apa maksudnya sie sob?
Salam kenal ditunggu postingan selanjutnya

Totok Waryanta mengatakan...

ecara etimologi hasan berarti baik, bagus. Sedangkan secara terminologi hadis hasan adalah hadis yang diriwayatkan oleh rawi yang adil, kurang dlabith, sanadnya bersambung, selamat dari syadz dan ‘illat yang tercela.
Dari definisi di atas, yang membedakan antara hadis shahih dan hasan adalah dari segi kedlabithannya. Hadis shahih mensyaratkan taam al-dlabith (kuat/sempurna hafalan), sedangkan hadis hasan, khafif al-dlabith (kurang kuat/lemah hafalan).
Hadits maudhu’ ialah apa-apa yang disandarkan kepada Rasulullah SAW dibuat secara dusta apa-apa yang tidak dikatakan. Tidak diperbuat dan tidak ditaqrirkan Rasulullah SAW